Up !

Setelah tidak sempat nonton Ice Age 3 di layar lebar, akhirnya nonton juga film animasi lain.

Up

Bukan singkatan.

Diajak nonton sama “pemilik” blog ini yang gereget banget pingin nonton.

Up ini film animasi yang menjadikan manusia sebagai tokoh utamanya. Akhirnya, bukan mainan (Toy Story), mammoth (Ice Age), ataupun lebah (Bee Movie) yang menjadi sorotannya. Karakter fisik tokoh-tokohnya lucu-lucu. Gendut, chubby (gembil), ngegemesin pokonya. Nonton film ini pun bagi saya serasa nostalgia waktu dulu aktif di Pramuka. Soalnya salah satu tokohnya, yaitu si Russel, adalah seorang bocah Pramuka yang senang mengoleksi lencana/badge. Klo di Pramuka Indonesia namanya TKK (Tanda Kecakapan Khusus). Hehe. Hapal ya? Soalnya dulu juga saya termasuk pemburu TKK. Keren sih soalnya klo dipake.

Cerita bermula dari seorang bocah bernama Carl Fredricksen yang sangat mengagumi seorang petualang hebat pada zamannya (awal cerita bersetting awal 1900-an), Charles Muntz. Muntz, terkenal karena berhasil mencapai Paradise Fall di Amerika Selatan dan membuktikan bahwa di sana hidup monster (dinosaurus). Namun sayangnya fosil Dino yang ia bawa kembali ke Amerika dianggap palsu oleh sebagian ilmuwan di sana. Muntz dengan Zeppelin “Spirit of Adventure”-nya pun kembali menjelajahi ganasnya hutan Amerika Selatan untuk membawa monster tersebut hidup-hidup.

Ternyata petualangan Muntz ini tidak hanya menginspirasi Fredricksen kecil, namun juga Ellie, gadis tomboy yang hampir sebaya dengan Fredricksen. Ellie memproklamirkan dirinya sebgai seorang petualang kecil dan bertekad memindahkan rumahnya, yang disebut sebagai markas petualang, ke tepi Paradise Fall. Ellie yang cerewet dan Fredricksen yang pendiam akhirnya tumbuh besar bersama dan menikah. Lama kelamaan, impian mereka untuk mencapai Paradise Fall pun terlupakan.

Mereka hanya hidup berdua, karena ternyata Ellie tidak bisa hamil. Namun mereka tetap menjalani kehidupan dengan bahagia. Fredricksen menjual balon untuk anak kecil, begitupun Ellie yang setia mendampingi suaminya hingga akhirnya Ellie jatuh sakit dan meninggal. Sepeninggal Ellie, Fredricksen, yang sudah berumur 70an, kesepian dan mulai memikirkan tentang cita-cita masa kecil mereka. Ia bertekad untuk memindahkan rumahnya ke samping air terjun surga (Paradise Fall).

Akhirnya momen itu pun datang. Di saat rumahnya hendak digusur sebagai bagian dari proyek pembangunan gedung bertingkat, Fredricksen tua menerbangkan rumahnya dengan balon (bukan balon udaranya Sherina loh, tapi balon-balon yang biasa dibawa pas ospek SMP). Bayangkan?Banyak sekali kan?

-Russel ternyata kebawa terbang-

Ternyata penerbangannya ke Amerika Selatan itu membawa serta seorang boyscout (Pramuka) gendut lucu bernama Russel. Ia nyangkut di rumah Fredricksen karena bersikeras ingin membantu kakek tua itu untuk mendapatkan badge “Membantu Orang Tua”.

Terbang dengan cara tak lazim, alhasil membawa mereka ke sebuah petualangan yang menegangkan, seru, bodor, lucu, dan pikaseurieun. Tapi mereka berhasil juga mencapai Amerika Selatan.

-Si Gendut Russel dan si tua Fredricksen-


Saat mereka sedang berusaha memindahkan si rumah ke tepi Paradise Fall, mereka terlibat dalam perburuan seekor burung langka. Ternyata burung tersebut sedang diburu oleh Charles Muntz. Ia masih hidup! Muntz membutuhkan makhluk langka ini agar kehormatannya bisa kembali dan diakui oleh dunia. Muntz juga memiliki pasukan anjing yang bisa ngomong. Ia menciptakan kalung leher canggih sehingga manusia dapat berkomunikasi dengan makhluk-makhluk setia itu.

Perpecahan pun terjadi antara si gendut Russel dan Fredricksen. Russel ingin membantu burung malang tersebut lepas dari cengkeraman Muntz, namun Fredricksen tetap bersikukuh pada cita-cita ia dan Ellie untuk meletakkan rumah mereka di samping Paradise Fall.

Setelah rumah terbangnya berhasil bertengger di samping Paradise Fall, Fredricksen pun termenung. Ia tak tahu harus berbuat apa setelah cita-cita mereka ini terlaksana. Tiba-tiba ia membuka buka catatan petualangan Ellie, yang ternyata sudah ada tulisan di dalamnya:
“Terimakasih atas petualangannya, sekarang cari lagi yang lain” – Ellie

Akhirnya Fredricksen pun tersadar dan ikut membantu Russel menyelamatkan si burung langka tapi pikasebeleun itu.

“Terimakasih atas petualangannya, sekarang cari lagi yang lain” – Ellie

-Dug, Kevin (burung), Russel, Fred-

Akhir film: tentunya happy ending. Fredricksen yang tadinya hidup sendiri sekarang ditemani Russel (yang sudah berhasil naik tingkat jadi penjelajah hutan senior) dan Dug, salah satu anjing bodoh tapi cerdik(???)nya Muntz.

Hmm,baru kali ini saya nemu film yang alur awalnya malah sedih duluan. Jadinya dikira filmnya cuma sebentar, tapi ternyata selain menghibur ada banyak pesan juga yang bisa kita ambil:

  • Jika kita sudah memiliki impian, langsung aplikasikan dengan berpikir realistis. Jangan menunggu keajaiban datang, jangan ditunda-tunda. Akhirnya setelah kehilangan orang yang dicintai, baru kesadaran untuk bertindak muncul (kaya si Fredricksen itu).
  • Perjuangan dalam hidup pasti kontinyu (terus menerus), jangan puas setelah kita mencapai sesuatu yang kita inginkan padahal jalan di depan masih panjang. Langsung ganti target agar hidup kita dapat lebih bermakna.

Yap, sekian laporan saya dari TKP. Selamat menyaksikan.

NB: Thx 2 L’Gembille de La Mankiye


5 Comments on "Up !"


  1. haha .film yang bagus…aku sukaaaa…pengen balon yang kaya gitu..ternyata, mewujudkan impian itu gak instan, buktinya, si ellie & carl yang pengen rumah mereka di sebelah paradise fall aja baru terwujud setelah ellie gak ada dan carl udah tua..tapi yang penting, selain dari impian mereka tercapai, carl dapet yang lebih dari yang dia impikan..bagus, kan?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *