National Leadership Youth Camp 2010

“…Kami siswa Perguruan Taman Taruna Nusantara,
adalah putera ibu pertiwi Indonesia,
setia kepada Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
setia kepada Pancasila
setia kepada Undang-Undang Dasar 1945
bersedia menyerahkan seluruh jiwa raga bagi cita-cita dan perjuangan bangsa Indonesia…”

Itu adalah poin no.2 dalam sebuah triprasetya yang minimal saya resapi selama 1×1 minggu selama 3 tahun. Dan di tahun ke tiga, ketiga prasetya itu diikat oleh sebuah janji bernama Prasetya Alumni.


Selang beberapa tahun setelah saya lulus, saya kaget, ternyata ada orang yang menolak Pancasila. Pancasila itu haram, katanya. Juga orang lain lagi yang menolak konsep tanah air dan bangsa. Yang ada hanya satu ummat, kata orang tersebut.


Hampir 3 minggu yang lalu, saya diajak temen saya, Gita, untuk ikut acara National Leadership Youth Camp 2010. Sejenak saya langsung bimbang, haruskah saya menggadaikan waktu liburan saya dengan kegiatan macam ini?
Akhirnya, dengan pertimbangan matang saya berniat mengikuti acara ini, dengan 2 tujuan utama:

  1. Memperbaiki jam biologis saya. Dengan semester terakhir di depan mata, saya perlu dilecut lagi mengenai kedisiplinan: solat malam, bangun pagi, dsb. Saya berharap 5 hari ikut acara ini dapat merubah jam biologis saya ke arah lebih produktif lagi.
  2. Mendatangkan kembali ‘sense’ leadership di diri saya yang udah lama beku, sekalian mencari jawab atas permasalahan di 2 paragraf awal di atas.

Semalem di Masjid Salman, 4 hari 3 malem di Cisarua, Bogor…
Alhamdulillah, NLYC telah memenuhi tujuan saya ini. Lebih malah.

Di hari pertama di tengah hawa dingin Cisarua, saya mendapatkan jawab atas tujuan no.2 saya di atas. Jawaban itu datang dari Prof. Ahmad Mansyur Suryanegara.
Akhirnya untuk pertama kalinya saya merasa tenang akan apa yang saya perjuangkan selama ini. Penjelasan jawabannya ga akan saya tulis di sini, tapi intinya, kita harus berjuang untuk memperbaiki diri kita, keluarga kita, msyarakat, bangsa & negara, dan dunia.

Rutinitas selama di camp pun mulai membuat saya semangat. Saya jadi teringat masa-masa sekolah di asrama dulu, dan saat ikut NLYC ini saya sadar bahwa saya harus secepatnya merantau lagi.
Merantau itu nikmat.
Kita bisa lebih fokus lagi dalam belajar. Berkegiatan. Dan otomatis, terpicu untuk lebih disiplin. Karena, sekalinya kita malas, hidup kita akan berantakan di perantauan. I’ve experienced it!

Suasana alam di Cisarua juga sungguh menakjubkan. Bentang alam yang sangat indah, kondusif sekali untuk suasana belajar.
Di sana juga kami tinggal di pesantren tahfiz. Pesantren yang khusus menggembleng pemuda-pemuda penghapal Quran. Hebat ya…

Gelas Kosong
Filosofi ini memang harus dianut semua orang yang merasa dirinya pelajar. Agar dapat mempelajari yang baru, kita harus datang dengan gelas kosong. Ibaratnya, jika gelas kita penuh, tentulah tidak dapat lagi diisi air. Begitupun dalam menuntut ilmu. Jika kita merasa sudah pandai, tentu akan sulit mempelajari hal yang baru.

Di NLYC kemarin, saya berusaha menerapkan filosofi ini.
Alhasil, alhamdulillah, banyak pelajaran-pelajaran yang bisa saya ambil. Tidak hanya dari pemateri, bahkan dari teman-teman sesama “Leader” pun, banyak ibrah yang bisa diisi ke stok perpustakaan otak kita.

Tokoh-Tokoh Inspiratif
Materi-materi di NLYC ini disunguhkan secara komprehensif. Kami diberi materi dari berbagai bidang. Dari Sejarah, Ekonomi, Hukum, Teknologi, dan Pemerintahan. Semua pembicaranya memberikan inspirasi. Nice !

Saya akan ulas beberapa:
Pa Ahmad Mansyur: Komitmennya hebat. Demi acara ini, beliau datang dari dari Bandung malam-malam. Kabarnya belum tidur dari jam 3 pagi. Memberikan pesan fungsi penting sejarah sebagai bahan pelajaran untuk tindakan kita di masa yang akan datang.

Pa Adhyaksa Dault: Semangatnya itu loh ! Mantap! Jadi pemimpin memang harus energik. Dari beliau, saya jadi berani lagi bercita-cita jadi Presiden.

Kang Elang Gumilang: Mantap. Jadi terinspirasi untuk memiliki pemasukan sendiri. Harus sejak mahasiswa nih..

Alhamdulillah liburan kali ini sungguh berisi.
Terimakasih buat panitia, teman-teman, dan para pemateri…

Sekarang saya jadi senang untuk tersenyum, duduk di depan, dan kembali disiplin.
Semoga tetep istiqomah. Amiin.

Berjuang Untuk Indonesia Yang Lebih Baik !

2 Comments on "National Leadership Youth Camp 2010"


  1. duduk di depan. iya, 've never been there for a long time.semoga pengalaman kemaren jadi investasi yang terus sustain buat semuanya. ^_^

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *