Catatan Harian 4 November 2021

#latepost

Alhamdulillah, pagi ini kesentil.

Selepas subuh, saya sempat membayang-bayangkan hal-hal yang saya impikan dan saya andaikan. Doa pun saya kencengin. Setelah itu saya buka Al Quran, lalu, di ayat pertama yang saya baca saya merasa “disentil.”

Surah Al-Qasas, Verse 60:
وَمَا أُوتِيتُم مِّن شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا وَمَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?

Setelah saya sadar, porsi meminta hal-hal duniawinya memang banyak. Dan saat itu saya hanya “ingin.” Saya pernah menerima sebuah nasihat, kalau kita berdoa ada baiknya kita juga menyertakan hal-hal baik apa yang kita inginkan dari doa tersebut. Misal, kita berdoa ingin punya mobil bagus. Tentunya punya mobil bagus saja tidak cukup. Di belakangnya perlu kita tambahkan niat semisal, “Jika punya mobil ini aku akan pakai untuk bersilaturahmi ke teman dan saudara.” Contoh lain, kalau kita berdoa ingin punya rumah yang lapang, tambahkanlah: Aku ingin punya rumah yang lapang dan penuh berkah di mana aku bisa membangun keluargaku dengan baik dan membimbing mereka. Jadi saat kita dikasih “modal” oleh Allah Swt, manfaatkanlah itu untuk kebaikan jangka panjang.

Agaknya pagi itu efek “garputalanya” menyebar tidak hanya saat saya buka Al Quran. Setelahnya saya juga membaca buku Asmaul Husna-nya Aa Gym. Buku ini menjelaskan nama-nama Allah dan membantu kita memahami dan “meminjam” nya untuk diamalkan di keseharian kita. Pagi itu, saya membaca bagian nama Al-Malik, yang artinya “Raja.” Allah adalah Raja atau penguasa semesta alam. Lalu, bagaimana cara kita mengamalkan sifat Allah ini dalam kehidupan sehari-hari kita?

Pada hakikatnya kita adalah jiwa yang diturunkan ke bumi dan diberi jasad. Ada turunan jasad berupa syahwat dan juga turunan jiwa berupa hawa yang perlu kita kendalikan. Keinginan kita untuk makan terus-terusan, mengumpulkan harta, mencari wanita, adalah bagian dari syahwat. Sebagai pemilik amanah jasad ini, kita perlu menjadi penguasa tubuh kita dan penguasa hawa nafsu. Itulah contoh action dalam merenungi nama Al-Malik. di kehidupan sehari-hari.

Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk diingatkan di pagi hari itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *