Hearts of Iron 2 : Doomsday

Sudah lama saya ingin nge-post artikel tentang game ini. Cuma hasrat untuk nulis dikalahkan hasrat maen game itu sendiri. Tapi akhirnya saya tulis juga nih, biar puas, bagi-bagi keenakan, soalnya klo melakukan sesuatu yang bikin “enak” sendirian kan dosa (loh???).

Game ini keluaran tahun 2006 dan saya beli tahun itu juga di salah satu tempat game-game bajakan di Bandung. Jangan salah ya, saya ngga beli di Empire (baca:emperan), tapi di toko (udah punya cabang pula). Herannya toko ini kayanya ga pernah kena razia (ada apa gerangan?). Cuma lucunya di pintu depan toko ini ada tulisanyang kurang lebih seperti ini: “Tidak menjual produk apapun dari Microsoft “. Mungkin teman-teman yang sering beli CD/DVD bajakan tahu toko ini. Yah, tulisan itu menandakan baru Microsoft yang aware terhadap piracy activities di Indonesia. Software vendor lainnya ngga. Atau mungkin malah software/programmer yang lain sudah paham dan mengerti bahwa rata-rata orang Indonesia tidak dapat menjangkau harga software yang begitu mahal. Logikanya, lebih baik beli hardware ketimbang software klo harganya ngga beda jauh. Nah, oleh karena itu software vendor/programmer ini dengan baik membiarkan pembajakan terus berjalan dan menyerahkan urusannya kepada polisi. Wallahualam.

Kembali ke “Hati Baja 2: Hari Kiamat” (translate maksa). Game ini ber-genre strategi. Bener-bener strategi, jangan salah. Jika kita langsung berpikiran mirip-mirip Age of Empire, Praetorian, dsb., salah besar! Game ini bener-bener strategi (lagi). Buat yang ngga biasa, interface-nya ga menarik sama sekali, saya pun merasa begitu saat main untuk kali pertama. Tapi saya tidak merasa rugi, toh 1 CD itu saya dapatkan gara-gara bonus karena sudah membeli 10 CD sebelumnya, lagian coba-coba pa salahnya kan? Hehe. Layar utamanya hanya berupa peta dunia besar lengkap dengan propinsi/kota-kotanya. Nama-nama geografi-nya akurat dan presisi (waduh, jadi inget tes awal prak. Fidas). Aslinya simbol-simbol unit pasukan hanya berupa bidak-bidak kecil tak bernyawa (2D statis) namun pada HOI 2 ini, ada pilihan untuk diubah jadi bidak beranimasi. Sekali lagi, klo kita hanya melihat dari segi interface-nya, game ini TIDAK MENARIK.

Isi Game yang Sangat Kompleks


Saya baru tertarik saat mengetahui kompleksnya game ini. Klo kita biasa mengenal strategi cari uang-bangun-perang –nya Age of Empire atau Warcraft, di HOI ini: cari uang pake otak-bangun pasukan pake otak-perang pake o
tak-mau menang?pake otak dong!…nah makanya, biasanya klo abis maen game ini saya sering sakit kepala. Pusing bukan main. Untungnya masih ada persediaan vitamin/multivitamin di rumah, jadi setelah maen game langsung recovery deh. Klo engga minum susu dulu terus tidur (hehe..maaf ngiklan dikit). Biar lebih sistematis saya jelasin per bagian ya…

Aspek Geografis dan Historis
Jelas game ini direncanakan dengan sangat baik dengan memperhatikan detail. HOI 2 ini termasuk game based on history. Mungkin mirip-
mirip Brother in Arms. Game perang dengan akurasi sejarah yang menawan. Tanggal, peristiwa, dan tempat dalam HOI 2 ini sebagian besar sama. Peristiwa-peristiwa yang akan terjadi, tergantung dari “sepak terjang” kita. Misal jika kita jadi Jerman, terus mulai membangun pasukan dengan jumlah yang besar, akan muncul peristiwa penandatanganan poros Berlin-Tokyo-Roma. Atau pada tanggal tertentu (based on history), akan ada opsi yang ditawarkan pada kita. Contoh lagi, pada tanggal XX-bulan X-tahun XXXX, saya lupa, saat terjadi pemberontakan di Spanyol, kita akan ditawarkan membantu Spanyol Republik atau tidak (artinya:membantu Spanyol Nasionalis). Jika ya, Jenderal Franco Francisco Bahamonde akan menerima bantuan suplai logistik, uang, dan pasukan dari kita. Akhirnya, peristiwa itu akan menyeret kita mendekati situasi perang (belligerence-nya bertambah), klo kita main sebagai Jerman loh.

Detail geografinya pun cukup bagus. Battlefield-nya yang berupa peta bumi dibagi-bagi ke dalam provinsi-provinsi yang sangat sesuai dengan negaranya. Main game ini bisa menambah wawasan geografi kita!

Tokoh-tokoh

Pelaku utama dalam game ini tentu saja kita. Namun kita harus memilih salah satu negara untuk di-manage. Perwira-perwira tingginya, petinggi-petinggi negaranya, dan tim risetnya sangat akurat! Sangat detail. Semua yang ada di game ada juga dalam sejarah, beserta track recordnya. Jika teman-teman pernah membaca sejarah PD 2 pastilah kenal Erwin Rommel, Heinz Guderian, Montgomery, Patton, atau Terauchi. Mereka adalah jenderal-jenderal Perang Dunia II. Ribuan tokoh sejarah ada di game ini. Dan menariknya, kitalah yang menentukan karir mereka. Memilih jenderal dengan spesialis tertentu untuk pasukan tertentu dan mencocokan spesialisasinya itu untuk berbagai macam misi akan sangat membantu dalam peperangan. Track record pertempuran pun mereka pun ada di sini.



Unit Pasukan
Ada tiga jenis pasukan: Darat, Laut, dan Udara. Setiap unit sangat detail. Merepresentasikan negaranya. Contoh Jerman, ada unit Panzer (dan jenis tanknya benar-benar sesuai sejarah, Tiger, Panther, dsb.), Fallschirmjagger (pasukan terjun paying/komando), Fighter Messercshmit, dan berpuluh-puluh unit tempu
r serta brigade-brigade lain. Uniknya tiap divisi pun punya nama yang berbeda. Divisi Infantri ke-1, Divisi Panzer SS, 101st Airborne, Kriegsmarine, dll. Beribu-ribu namanya.

Memimpin Negara
Ada 5 Bar utama yang terletak di bagian atas. Dari situlah sebagian besar pengelolaan negara yang kita mainkan dimulai. Teknologi, diplomasi, intelijen, dan produksi, serta kita dapat melihat perkembangan perang dan game dengan sangat lengkap di bagian statistik. Yup, game ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan taktis pertempuran namun kuga dari banyak faktor strategi lainnya. Menyusupkan mata-mata, meng¬kudeta sebuah negara, mencuri teknologi musuh, mempengaruhi negara lain, mendeklarasikan perang, perjanjian damai, membangun industry, memilih menteri-menteri, dan aksi-aksi lainnya yang berkontribusi terhadap perjuangan negara kita.

Teknik Bertempur
Game ini juga melatih otak kita dalam menyusun strategi. Berkali-kali lipat dari strategi yang harus disiapkan dalam bermain catur. Banyak faktor yang menentukan kemenangan kita di lapangan. Contohnya medan tempur, akan sangat sulit jika kita bertempur di pegunungan, saat malam hari, saat cuaca buruk, dan saat musim salju. Perang kota pun akan sangat sulit terkecuali kita memilih jenderal yang bertitel Urban Warfare Specialist untuk memimpin divisi pasukan kita.
Awalnya saya juga kesulitan dalam memainkan game ini. Pertama kali main, dengan difficulty normal. Saya kalah telak (saya main sebagai Jerman, soalnya ada sensasi tersendiri jika kita dapat memutarbalikkan sejarah). Akhirnya sejak saat itu saya maen pake cheat (hehehe). Tapi lama kelamaan saya belajar taktik dari situ. Saya coba bermain normal tanpa cheat, dan hasilya…saya bisa!

Intinya setiap detik sangat berharga untuk menentukan strategi jitu. Makanya maen game ini pasti lama. Pause dulu untuk nyusun strategi, baru maen lagi, terus pause lagi, terus lanjut lagi. Begitulah seterusnya. Di game ini pun saya jadi tahu taktik-taktik militer: ambush, counterattack, breakthrough, encirclement, dll. Akhirnya saya pun punya taktik tempur favorit saya. Mundur teratur, potong jalur suplai, dan HABISI! Ya, klo musuh terkepung di satu provinsi, divisi mereka akan hancur lebur, hilang. Beda jika kita bertempur biasa. Jika kalah maka akan ada opsi retreat. Mundur namun divisinya tetap ada, hanya perlu reorganisasi. Biasanya saya pake strategi ini untuk menghadapi negara yang mengandalkan kekuatan darat seperti Uni Soviet. Negara ini sempet bikin kesel. Waktu saya maen sebagai Jerman dan sedang menghadapi front barat melawan Prancis dan Inggris, sekonyong-konyong si Red Army ini mendeklarasikan perang sepihak. Sialan betul kan?

Ada Indonesia!
Inget foto-foto di bawah ini? Mereka adalah pahlawan nasional kita Teman! Pemimpin-pemimpin Indonesia.
Ya, semua negara yang saat PD II
berlangsung telah berdiri, ada di game ini. Jenderal Sudirman, Bung Karno, Moh. Hatta, dan jenderal-jenderal serta menteri-menteri Indonesia saat itu beraksi di HOI 2 ini. Provinsi-provinsinya pun sama! Tentunya sesuai kondisi saat itu. Research teamnya pun ada Universitas Indonesia, Akademi Militer, AAL, dll. Saya pernah mencoba memainkan Indonesia. Terbayangkah negeri kita terbentang dari Madagaskar sampai West Coast-nya Amerika? Di game ini bisa! Indonesia pun menguasai Australia. Dan saya sangat puas saat melihat di track recordnya Field Marshall Abdul Harris Nasution: Lead the winning attack on San Franciscoinvolving army group sized force that occurred between September 12, 1950 and September 15, 1950 against United States
(Beeeuuh..keren pisan Cuy!)

Kelebihan lainnya terletak pada fleksibilitas game ini. Game ini bisa kita edit baik tokoh-tokohnya maupun scriptnya. Kenapa saya edit? Ada kekurangan dalam game ini. Data historis untuk negara-negara baru merdeka seperti Indonesia, Malaysia, dan lain-lain tidak lengkap. Tim developer sepertinya asal saja dalam menelusuri fakta sejarah negara-negara tersebut. Masa Prabowo ada pas PD II? Terus jenderal-jenderalnya pun kecampur sama jenderal Belanda. Nama-nama divisinya pun nama Belanda. Ngga rela kan pasukan kita dipimpin Ter Poorten atau van Oyen? Akhirnya saya edit foto-foto temen2 saya yang lagi belajar di Akademi TNI, saya bikin grayscale, dan saya jadikan mereka jenderal-jenderal Indonesia. Saya juga ngedit foto saya, dan saya tempatkan sebagai menteri dan kepala staf. Hehehe. Field Marshall Hamid Ghani…keren kan?

Oia, saya juga sempet ikutan di forum HOI 2 ini di Paradox Plaza (Paradox adalah developer game ini). Saya sempet dikasih email tentang perekrutan beta tester (pengetes game) untuk HOI 3. Saya daftar dengan spesialisasi Historian (soalnya mau nambahin data2 yang ga bener tentang Indonesia). Tapi saya gagal. Heu…

Ready for the next war?
Pokoke keren abislah. Bagi yang suka strategi sih. Musiknya juga mantap. Karya Andreas Waldetoft. Heroik banget lah.
Intinya…
Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sini. Wawasan kita tentang sejarah, geografi, dan tokoh dunia bertambah. Juga sebenarnya game ini mengajarkan bahwa segala ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan dapat kita atasi dengan perencanaan yang matang dan strategi yang jitu. Hal itu berlaku pula di kehidupan nyata. Bagi yang tertarik, cobalah! Dan tunggu HOI 3 yang rencananya akan keluar tahun ini!

11 Comments on "Hearts of Iron 2 : Doomsday"


  1. cari rommel dimana yah?? mau nginvasi prancis nih,,panzernya ga ada yang ngomandanin..heu..ngedit poto gitu dimana?mau bikin Jendral Mahmuy

    Reply

  2. kang, rommel tuh baru muncul tahun 40 ato 39an klo ga salah…tapi pangkatnya msh Mj.Gen. cuma skillnya gede pisan: 5Guderian juga sama (dy kan panzer leader)Klo di sejarah aslinya sih yang udah mulai muncul pas invasi Prancis itu baru Leeb, Himmler, von Runstendt, dan lupa lagi. Oia, klo mau nge-promote perwira mendingan tunggu ampe exp-nya 100 (soalnya ntar skillnya nambah 1).Klo promote kan nurunin skill…Klo mau ngedit ada di the game editor.Bikin poto item putihnya sendiri. 45×45 px klo ga salah. Liat contoh yg lain aja.Copy-in ke folder foto2 di gfx klo ga salah..

    Reply

  3. @Mas Handoko,Wah,akhirnya ada juga nih pecinta HOI lain. Hehe.Iya, Indonesia itu belum ada. Harus dimerdekakan dulu. Jadi kita harus mainin Jepang atau Belanda atau negara lainnya yang menguasai kepulauan Indonesia.Nah, nanti pas thn '45 muncul skenario klo Indonesia mau merdeka. Setelah kita approve kemerdekaannya, ntah itu jadi negara bebas atau puppet country, kita save, terus keluar.Nah, nanti masuk lagi, tapi mainin yang Indonesia nya.Begitulah kira2..Udah coba HOI 3 ?

    Reply

  4. gan aku minta save-savenya Hoi 2 yang ada indonesianya dong PLEASEEEEEEEE… yaaaa. kirim lewat fb aq aja FB : Yudha Muhammad Wicaksana ……… !!!!!

    Reply

  5. misi..numpang nanya dong…kok pas aku pake jerman,aku ga bisa air assault ya?trus trik buat land battles gimana ya?masa 46 divisi (33 divisi infantri '51,13 divisi panzer leopard 1),kalah sama red army yang cuma 28 divisi infanteri '51,padahal aku brigade attachement nya lengkap..kenapa ya??thank you…

    Reply

  6. @reynaldo yohanesMaaf baru bales.1. Mungkin daerah jangkauan buat air assault nya terlalu jauh. Coba liat dulu range(jarak tempuh) pesawatnya.2. Itu nyerang ato diserang? Klo kita nyerang, walaupun jumlah divisi kita lebih banyak, belum tentu bisa menang. Soalnya bisa jadi daerah yg kita serang itu punya pertahanan darat yg bagus. Trik-nya, hancurin dulu infrastruktur pertahanan mereka pake serangan udara. Baru serang. Atau serang dari lebih dari dua arah, biar kejepit.

    Reply

  7. oke deh dicoba dulu (air assaultnya)..klo itu aku yang nyerang..dari 3 arah malah,udah ditambah serangan udara dari 3 div bomber + shore bombardement dari 4 battleship…eee..mau nanya lagi dong,soal doctrine nih,apa emang kita ga bisa pake semua ya?sama penasaran nih pengen bikin bom atom,caranya gimana yah??thanks a lot

    Reply

  8. duh , saya baru aja dapat ini game , saya udah baca review nya tentang ini game (diplomasi , perang , dll) pokoknya menarik . tapi baru saja 5 menit saya start , kepala saya udah mulai pusing . game ini lebih rumit dari tugas akuntansi sama tugas programming saya . duhh , bagi para newbie yang ingin bermain nih game , saya harap menyediakan paramex 1 dus untuk antisipasi.

    Reply

  9. Beuhh… ane juga suka me game ini ngasah akal dan dah tamat 3 kali, sudah hampir separuh dunia di kuasai dah kyk kekaisaran jerman hehe…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *